Wednesday, September 27, 2017

Hati-Hati!!! Maling Ini Tunjukkan Cara Jebol Kaca Mobil Cuma Pake Garam Dan Ludah

DELTALABSITE.COM - Sepertinya para pencuri barang-barang berharga di dalam mobil yang terparkir selalu mempunyai ide baru untuk menjalankan aksinya.

Baru-baru ini terungkap para pencuri itu berhasil memecahkan kaca mobil tanpa menimbulkan suara, sehingga pemilik mobil dan orang di sekitarnya tidak curiga dengan aksi para pencuri tersebut.

Para pencuri tersebut hanya bermodalkan barang yang sederhana yaitu, garam dan air ludah/liur.

Kedua barang tersebut dapat menjebol dan memecahkan kaca mobil dg mudah. Ini dikarenakan, jenis garam yg digunakan adalah Al203 atau alumina.

Garam atau mineral ini merupakan material keramik non silikat,punya tingkat kekerasan 1 level dibawah intan mineral terkeras ( alumina 9, intan 10 skala Mohs ) SHG bisa merontokkan kaca mobil tanpa suara.

Sedangkan air liur digunakan utk melengketkan alumina tersebut.

Lihat Ulahnya Komunitas Pajero hingga Bikin Geram Pengendara Lain!

DELTALABSITE.COM - Seorang netizen mengeluhkan sejumlah mobil dari komunitas Pajero Sport yang melawan arah di rest area. Alhasil mobil lainnya yang hendak masuk ke rest area harus berhenti dan tertahan.

Video soal mobil komunitas lawan arah itu diunggah oleh akun doniherdaru di Instagram. Dalam keterangan video ditulis mobil-mobil tersebut dikemudikan oleh anggota komunitas Pajero Owners Community.

"Pajero Owners Club/ Community. Begitu stiker yang terpampang di depan body mobil. Menurut gue, komunitas/ club malaah harus jadi role model. Jadi panutan," tulis doniherdaru.

Disebut Doni, mobil dari Pajero Owners Community itu masuk ke rest area dengan melawan arah dari pintu keluar. Arus mobil yang hendak masuk ke rest area akhirnya tertahan.

"Sering kita muak sama kelakuan klub/ komunitas di jalan. Arogan dan seenaknya, seolah jalanan milik mereka aja yang lain numpang," kata Doni yang juga pemilik tempat penampungan hewan Animal Defender.

Ketua Pajero Owners Community Chapter Jabodetabek, Atok Urasid menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Ia mengatakan mobil rombongan hendak berhenti di titik kumpul di sekitar rest area KM 57 tol Cikampek. Namun kondisi jalan saat itu macet dan tidak memungkinkan untuk berhenti.

"Sekitar 6KR POC yang mau tikum (titik kumpul) ambil keputusan untuk tunggu di luar rest area. Tapi karena parkir dibahu jalan Tol dilarang maka beberapa anggota berinisiatif untuk menyuruh KR tersebut untuk masuk melalui jalan keluar," jelas Atok dalam keterangannya.

"Setelah minta izin sama petugas di Rest Area, maka semua KR tersebut masuk tanpa ada masalah apapun, dan waktu nya hanya sekitar kurang lebih 3 menit," imbuhnya.

Atok mewakili komunitas mobil Pajero Sport itu meminta maaf atas kejadian yang akhirnya viral di medsos tersebut.

Ini Alasan Sebenarnya Jasad Pawang Tetap Utuh Setelah Tewas Diterjang Buaya?

DELTALABSITE.COM - Tak hanya ketika momen hilangnya tubuh pawang buaya di Muara Jawa, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, namun kembalinya jasad tak bernyawa itu juga membuat heboh tim SAR. Pasalnya, jasad sang pawang tiba-tiba muncul di antara speed tim penyelamat.

Selain itu, utuhnya kondisi jasad tersebut pun jadi pembicaraan karena langka terjadi. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI pun angkat bicara mengenai kemungkinan penyebab utuhnya jasad pawang bernama Supriyanto itu.

Melansir Detik, bulan ini adalah musim kawin buaya yang menyebabkan meningkatnya birahi binatang buas tersebut. Namun sebaliknya, nafsu makan buaya justru berkurang. Sehingga buaya hanya merasa terancam teritorinya terganggu dan makin sensitif karena birahinya meningkat. Sementara mereka tak berminat memakan manusia.

"Ya sepertinya si pawang ini, saya menilainya si buaya itu, pawang itu sebagai saingan, dibunuh lah, kalau dia birahi, makannya memang kurang, kalau musim kawin, birahi kan, biasanya makannya kurang," tutur peneliti LIPI, Hellen Kurniati Senin (18/9) malam.

"Sepertinya yang pawang ini, itu dianggap mengganggu teritorialnya dia, masalahnya bulan ini musim kawin buaya muara, musim kawin lah bulan ini, berarti itu di bertelor di musim hujan, Oktober lagi bikin sarang-sarang, itu lagi ganas-ganasnya," ujarnya.

Hellen juga mengungkapkan jika buaya betina bahkan lebih agresif dibanding buaya jantan ketika telah membuat sarang. Karena ia akan melakukan apa pun agar sarangnya terjaga sehingga perilakunya lebih ganas.

"Apalagi nanti ya si betina kalau sudah jaga sarang luar biasa ganasnya, dia benar-benar jaga sarangnya, itu pokoknya ganasnya melebihi sifatnya dia sehari-hari, jaga sarang, ada yang mau jaga sarang, dia membela sarangnya," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pawang pada Minggu (17/9) tersambar buaya dan tak kunjung muncul ke permukaan saat melakukan ritual pencarian seorang pemuda yang telah diterkam oleh buaya dan hilang leih dulu sehari sebelumnya. Kini kedua jasadnya telah ditemukan dalam kondisi utuh dan hanya mengalami luka minor.

Sepasang “Bocah” Ini ke Kantor Catatan Sipil Mendaftarkan Pernikahan, dan Hampir Diusir Petugas, Setelah Tahu Faktanya, Petugas Itu pun Mengucapkan Selamat


DELTALABSITE.COM - Anak-anak sekarang sudah pintar pacaran! Mungkin banyak orangtua tercengang ketika melihat foto kedua “bocah” yang sekilas tampak baru belasan tahun usianya ini berpelukan mesra layaknya pasangan dewasa, dan yang lebih sulit dibayangkan adalah mereka ternyata sudah menikah secara sah !

Ya, meskipun mereka terlihat seperti masih anak-anak, tapi sang pria sudah berumur 22 tahun dan wanitanya 20 tahun.

Pasangan yang terlihat seperti anak ingusan ini memang benar telah mendapatkan surat nikah. Kok bisa? Apa gerangan yang terjadi sebenarnya ?

Pasangan itu tersenyum dan berkata, sebenarnya ketika mendaftar di Kantor Catatan Sipil, mereka hampir saja diusir petugas saat mereka mengatakan akan menikah.

Setelah mereka mengeluarkan kartu identitas, petugas terkait mau tidak mau membantu mereka mengurus administrasinya ! Dan tentu saja hal itu pun membuat petugas yang melayani sempat tertegun.

Sebenarnya hanya dokumen kependudukan biasa, kartu identitas dan akta kelahiran, setelah memastikan, petugas pun membubuhkan stempel resmi untuk mereka sebagai pasangan suami istri yang sah.

Mengapa usia mereka sudah puluhan tahun tapi fisik mereka terlihat seperti masih anak-anak?

Mereka mengalami gejala dwarfisme (Gangguan pertumbuhan akibat gangguan pada fungsi hormon pertumbuhan / growth hormone), jadi terlihat seperti anak kecil, namun pikiran mereka telah matang.
 Tinggi badan si wanita hanya 130 cm, berat badan kurang dari 30 kg, ia menemukan pasangannya yang sama kondisinya dengannya dalam sebuah program TV, dan tidak butuh waktu lama, benih-benih cinta mereka pun bersemi dan merekapun menjalin ikatan suami istri.

Mereka kerap dipandang sebelah mata saat bertemu dengan orang-orang di jalan, tapi mereka tidak peduli, yang penting mereka happy.
Semoga mereka hidup bahagia, dan diharap orang-orang juga bisa memandang mereka dengan pandangan wajar.

Bahagia, adalah gaun pengantin putih yang menari-nari di ditiup angin ; Bahagia, adalah senyum cemerlang yang selalu menghiasi wajah ; Bahagia, adalah jalan bersama seiring sambil bergandengan tangan hingga akhir hayat. Selamat berbahagia dan selalu sehati sepanjang masa !
Sumber : happytify.cc

Sunday, September 17, 2017

Sabna Memulung dan Kumpulkan Buku Bekas Agar Bersekolah


Sabna (10), seorang bocah di Mamuju Utara, Sulawesi Barat, ikut ayahnya memulung barang bekas atau rongsokan hanya untuk bisa bersekolah seperti anak-anak seusianya. Selain memungut barang-barang bekas lain, Sabna juga mengumpulkan buku- buku bekas yang dibuang warga ke tong sampah, seperti buku tulis dan buku bacaan lusuh. Buku-buku tersebut akan dipergunakan siswi kelas I ini untuk menulis maupun belajar dengan teman-temannya di Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Darud Da'wah Wal-Irsyad (DDI) Pasangkayu, Mamuju Utara.

Sofyan ayah dari Sabna mengatakan, sehari-hari dia berprofesi sebagai sopir becak motor. Namun karena butuh uang, dia juga kerap keliling mencari barang bekas. Anaknya juga kerap turut serta. Selama ini, Sabna dan ayahnya, Sofyan, tinggal menumpang di gubuk reyot berdinding plastik bekas milik orang lain. Jika hujan, bocor di mana-mana dan Sabna serta ayahnya segera menepi ke sudut ruangan yang tidak bocor agar bisa berteduh sambil berharap hujan segera reda.
Tak ada juga listrik yang mengalir ke gubuk berukuran 2 x 3 meter di Dusun Labuang, Kelurahan Pasangkayu, Mamuju Utara, itu.

Sofyan bercerita, Sabna baru bisa mengenyam pendidikan sekolah dasar setelah salah seorang warga yang prihatin dengan kondisi kehidupan keluarganya secara sukarela mendaftarkan Sabna ke salah satu sekolah.

Dia juga mengakui bahwa baju seragam anaknya juga didapat dari dermawan yang prihatin dengan kehidupannya. Sofyan menuturkan, dirinya sebenarnya tak mampu menyekolahkan anaknya lantaran pendapatannya jauh dari cukup.

“Pendapatan saya dari hasil jualan kardus bekas tak seberapa. Jangankan untuk biaya sekolah, biaya hidup sehari-hari saja jauh dari cukup,” tuturnya.

Mufniati, guru Sabna, menyebutkan, Sabna tergolong murid yang tekun dan rajin belajar di sekolah. Sabna rajin datang ke sekolah, namun pada hari ini, sang guru mengaku tak melihat Sabna.

Mereka sudah sama-sama maklum bahwa Sabna tidak masuk karena harus membantu orangtuanya.

“Dia anaknya rajin, tapi barusan hari ini tidak masuk sekolah,” tutur Mufniati.

3 Sebab Indonesia U-19 Gagal Melaju ke Final Piala AFF


Penggawa Timnas Indonesia U-19 harus mengubur mimpi menembus final Piala AFF U-18 2017, setelah kalah lewat drama penalti 2-3 melawan Thailand di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat (15/9/2017).

Kekalahan ini terasa menyakitkan karena Timnas Indonesia U-19 banyak mendapat peluang emas sepanjang 90 menit pertandingan. Sejak menit awal Tim Garuda Nusantara menekan pertahanan Thailand.

Witan Sulaeman bahkan mendapatkan peluang emas pada menit keenam setelah dirinya lolos dari kawalan pemain bertahan Tim Gajah Putih dan membawa bola hingga berhadapan dengan kiper Timnas Thailand, Kantaphat Manpati. Sayang karena kurang tenang peluang mencetak gol di depan mata melayang begitu saja. Itu merupakan salah satu peluang emas dari banyak kesempatan untuk menjebol gawang Thailand. Keunggulan Timnas Indonesia U-19 dalam hal menciptakan peluang memang tercatat dalam statistik pertandingan.

Dari 12 percobaan yang dilakukan oleh Egy Maulana Vikri dkk. ada delapan tembakan tepat ke gawang yang mampu dihalau oleh Kantaphat Manpati.
Satu hal yang menarik jika bicara soal peluang yang dihasilkan dari tembakan ke arah gawang, Timnas Indonesia U-19 mampu mengemas jumlah yang lebih baik di babak kedua ketika bermain dengan 10 pemain usai Saddil Ramdani dikartu merah.
Anak asuh Indra Sjafri mampu mengemas lima tembakan ke arah gawang Thailand di babak kedua. Namun, penampilan gemilang Kantaphat Manpati yang tengah on fire membuat kesemuanya tak berbuah sebiji gol pun.
  1. Kurang Tenang saat Menyerang
    Babak adu penalti semestinya tak perlu dijalani Timnas Indonesia U-19 kalau saja sepanjang 90 menit pertandingan para pemain lini serang Tim Merah-Putih bisa memanfaatkan peluang emas.
    Penjaga gawang Thailand, Kantaphat Manpati, dipaksa kerja keras menghalau tembakan-tembakan berbahaya Timnas Indonesia U-19 pada babak pertama.
    Saat Timnas Indonesia U-19 kehilangan Saddil Ramdani yang terkena hukuman kartu merah, tim besutan Indra Sjafri tetap banjir peluang emas pada babak kedua. Selain Kantaphat Manpati, kiper Thailand yang tampil apik, pemain-pemain lini ofensif Timnas Indonesia U-19 seringkali menghadapi kebuntuan saat melakukan penetrasi di area penalti kubu lawan.
    Para pemain seringkali terlalu lama menggoreng bola, sehingga akhirnya gagal mengkonversikanya menjadi tembakan yang berpotensi menjadi gol.
    Egy Maulana, pencetak gol terbanyak di Timnas Indonesia U-19, berdasarkan catatan statistik Labbola tercatat hanya mendapatkan dua kali peluang bersih sepanjang laga.
  2. Petaka Kartu Merah
    Keseimbangan permainan Timnas Indonesia U-19 terganggu dengan insiden kartu merah Saddil Ramdani di menit terakhir babak pertama. Hukuman kartu merah yang didapat Saddil Ramdani didapat setelah ia menyikut pemain Thailand. Gelandang sayap asal Persela Lamongan itu terprovokasi aksi kasar pemain nomor punggung 20 Thailand, Wudtichai Kumkeam, yang menendang punggungnya pada menit terakhir babak pertama.
    Gara-gara kartu merah yang didapat Saddil Ramdani, pelatih Timnas Indonesia U-19, Indra Sjafri, terpaksa melakukan perubahan strategi. Ia menarik striker M. Rafli diganti gelandang, Muhammad Iqbal.
    Posisi striker kemudian dimainkan oleh Egy Maulana Vikri. Saddil sendiri baru masuk ke lapangan semenit sebelum kejadian. Wasit asal Filipina Clifford Daypuyat tanpa ampun menjatuhkan hukuman kartu merah langsung. Indra Sjafri terpaksa menarik striker, M. Rafli, untuk digantikan M. Iqbal untuk menjaga keseimbangan permainan di lini tengah.
    Hanya mengandalkan seorang Egy Melgiansyah di depan, daya dobrak Timnas Indonesia U-19 berkurang ganas. Thailand yang pada babak pertama mendapat tekanan bertubi-tubi perlahan bisa mengambil alih kendali permainan.
  3. Pergantian Eksekutor Penalti
    Juh hari sebelum Piala AFF U-18 2017 digelar, Indra Sjafri sudah melakukan simulasi tendangan adu penalti. Pelatih asal Sumatra Barat itu sudah memiliki jagoan-jagoan jika Tim Merah-Putih dihadapkan situasi adu tos-tosan.
    Apesnya, saat benar-benar adu penalti terjadi di babak semifinal, Indra tidak bisa memaksimalkan seluruh eksekutor terbaiknya. Ada dua penendang yang disiapkan sang mentor Feby Eka Putra dan Witan Sulaeman tak bisa jadi algojo Timnas Indonesia U-19 saat babak adu penalti.
    Tiga penendang Tim Garuda Nusantara gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka antara lain: Muhammad Iqbal, Nurhidayat Haji Haris, serta Rifad Marasabessy.

Dua Sisi Masker Disebut Punya Fungsi Berbeda adalah Hoax


Beredar foto penggunaan masker yang baik dan benar. Menurut foto tersebut, dua sisi berbeda dari masker (yang berwarna dan yang putih) memiliki fungsi yang berbeda. Bagian yang berwarna putih bisa diletakkan di dalam ketika sedang mengalami flu. Karena berfungsi untuk menyaring mikro-organisme agar tidak menyebar keluar dan menjangkiti orang lain. Sedangkan jika tidak sedang mengalami flu, bagian berwarna putih bisa diletakkan di luar untuk menyaring mikro-organisme dari lingkungan luar agar tidak masuk ke dalam.

Analisa
Menurut Business Manager Consumer Health Care Division PT 3M Indonesia, Yunadi Aulia Desmawan yang dikutip di detikHealth tidak membenarkan hal tersebut dengan kata lain hoax. Menurut beliau Masih banyak masyarakat Indonesia pakai masker itu dibolak-balik, bagian dalam dipakai normal kalau mau melindungi diri dari serangan luar. Tapi pada saat sakit, mereka membalik sisi dalam ke sisi luar, dengan presepsi untuk melindungi orang lain. Penggunaan masker yang tepat adalah maksimal pemakaian delapan jam setelah dikeluarkan dari kemasannya. Syarat penggunaan ini berlaku pada masker yang bersifat disposible (sekali pakai). Sedangkan untuk masker yang bersifat re-usable, disarankan untuk jangan menggunakannya hingga masker tersebut kotor. Kalau masker sampai kotor itu akan menjadi sarang kuman, dan akan mengakibatkan infeksi saluran pernapasan Selain itu Dokter spesialis paru dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan, dr Feni Fitriani Taufik, SpP(K), MPdKed juga tidak membenarkan hal tersebut. Menurut beliau bagian birunya harusnya di luar. Untuk pemakaian masker yang benar adalah bagian keras diletakkan di atas, untuk hidung. Supaya mebentuk hidung kita supaya efek kebocorannya lebih kecil.

Sumber
http://health.detik.com/read/2017/08/10/075513/3593375/763/dua-sisi-masker-disebut-punya-fungsi-berbeda-hoax-or-not

Apa itu Obat PCC? Ayo Kita Kenali Lebih Dalam

Beberapa waktu yang lalu sempat heboh mengenai Flakka, sekarang ada lagi yang heboh yaitu PCC, dan enggak main-main udah memakan korban 61 remaja.

Berbagai pertanyaan timbul di benak saya. Apa itu PCC?
Apakah termasuk narkotika? Kenapa para remaja itu bisa mudah mendapatkan obat itu? Kenapa mereka mau meminum obat tersebut?

Penjelasan Ahli Kimia Farmasi BNN soal Obat PCC
Dari pengakuan salah satu korban, dia telah mengonsumsi obat berbeda, yakni Tramadol, Somadril, dan PCC. Ketiga jenis obat itu dicampur dan diminum secara bersamaan dengan menggunakan air putih. "Jika mereka mencampur tiga obat itu akan menimbulkan efek sinergis. Obat bekerja memengaruhi susunan saraf pusat. Dia menjadi kerja searah menghantam saraf pusat otak dan akan menimbulkan ketidakseimbangan," jelas Mufti. Ragam jenis obat tersebut, kata dia, ada sebagiannya yang sudah tidak tersedia lagi di pasaran lantaran ditarik dari peredaran. Karena itu, aparat hukum harus menyelidiki oknum yang menyebarkan obat berbahaya tersebut. "Informasi yang kita dapatkan, Somadril sudah ditarik dari peredaran. Enggak boleh. Tramadol resmi tapi harus ada resep dokter. Tidak dijual bebas. Harus dikonsultasikan dengan apoteker agar dosis yang diberikan kepada konsumen tepat," ujar dia. Sementara obat PCC, kata dia, memiliki kandungan senyawa Carisoprodol. Jenis obat ini berfungsi mengatasi nyeri dan ketegangan otot. Obat ini tergolong muscle relaxants (pelemas otot). Obat ini bekerja pada jaringan saraf dan otak yang mampu merilekskan otot. Obat ini biasanya digunakan saat istirahat, saat melakukan terapi fisik, dan pengobatan lain.

PCC memiliki kandungan parasetamol, kafein, dan carisoprodol. PCC merupakan obat ilegal yang tidak memiliki izin edar dan dijual perorangan tanpa adanya kemasan. Salah satu kandungan dari PCC sendiri yakni carisoprodol, yang tergolong dalam obat keras berdasarkan surat keputusan Menteri Kesehatan No 6171/A/SK/73 tanggal 27 Juni 1973 tentang Tambahan Obat Keras Nomor Satu dan Nomor Dua. Efek dari obat ini sendiri untuk relaksan otot dan berlangsung singkat karena dalam tubuh segera dimetabolisme menjadi memprobamat. Memprobamat termasuk dalam psikotropika. Carisoprodol, yang memiliki nama dagang Somadril, mendapatkan izin edar di Indonesia. Namun, pada 2014 dilakukan penarikan dan pembatalan izin edar. Pasalnya, sejak tahun 2000, pihaknya mendapatkan laporan bahwa Somadril banyak disalahgunakan oleh remaja. Ada yang menggunakan untuk menambah kepercayaan diri dan digunakan sebagai obat kuat bagi pekerja seks. Mengingat lebih banyak mudarat daripada manfaatnya, BPOM pun melakukan penarikan. Obat itu masih memiliki izin dan diperjualbelikan di apotek. Hanya, tetap harus memiliki resep dokter untuk mendapatkan Tramadol. Jika tidak ada resep, apotek tidak diperkenankan menjualnya secara bebas karena efeknya juga berbahaya. Obat PCC memiliki efek yang membuat tubuh terasa nyaman, jika dikonsumsi berbutir-butir akan menimbulkan perasaan 'fly. Padahal, tanpa harus dicampurkan dengan obat jenis lain, obat PCC yang disalahgunakan bisa menimbulkan kejang-kejang, depresi, insomsia hingga perilaku agitasi yaitu perilaku yang membuat orang lebih sensitif dan sulit untuk dikendalikan dan bahkan kematian. Jika obat ini dicampurkan akan lebih merugikan. Efeknya akan sulit bernapas bahkan bisa menimbukan kematian

Kenapa mereka mau meminum obat tersebut?
Jika bertanya langsung pada korban penyalahgunaan obat tersebut, sepertinya mereka belum bisa berbicara banyak. Dilansir dari beberapa media online dan tv mereka tangannya sampai diikat dan kakinya diikat juga karena mengalami gangguan kejiwaan setelah mengonsumsi obat tersebut. Ada yang karena ingin "fly", ada yang karena coba-coba. Lemahnya pengawasan orang tua seperti pergi bersama siapa? Ngapain aja mereka? Dan juga kurangnya pengetahuan anak tentang bahayanya penyalahgunaan obat. Jangankan obat keras, obat warung aja kalo diminum melebihi dosis pun ada efek samping ya misal jantung lebih deg-degan (pengalaman pribadi emoticon-Ngakak (S) jangan ditiru emoticon-EEK!) Remaja memiliki potensi penyalahgunaan obat-obatan karena banyak hal, misalnya pengendalian diri yang rendah, kepercayaan diri dan harga diri yang rendah, tidak mau mengikuti aturan/norma/tata tertib, suka mencari sensasi, bergaul dengan orang yang suka menyalagunakan obat-obatan, merasa dikucilkan atau sulit menyesuaikan diri, memiliki anggota keluarga penyalahgunaan obat-obatan, atau rendahnya penghayatan spiritualnya. Sebenarnya dengan melakukan hal seperti ini hanya bisa menolong masalah sesaat saja bukan menghilangkannya bahkan akan menambah masalah. Bahkan bisa menjadikan tubuh dan pikiranmu menderita karena efeknya yang sangat merusak.

Dengan adanya berita penyalahgunaan obat-obatan ini, masyarakat harus lebih berhati-hati dengan lingkungannya. Merusak suatu negara itu mudah, cukup dengan merusak generasi muda! Sekarang baru 60 yang jadi korban. Kemudian hari bisa saja banyak remaja yang lain ikut-ikutan menyalahgunakan obat. Suatu hal yang mungkin saja terjadi jika masyarakat dan orang tua lemah mengawasi anak remajanya. Jika ingin saling menyalahkan tentang ini, apakah salah remaja? Salah orang tua? Salah penjual obat? Atau mau saling menyalahkan siapa lagi? Cukup dari diri sendiri yang mulai untuk waspada

Friday, September 15, 2017

Ilustrasi ini Mengingatkan Betapa Besar Pengorbanan Ibu demi Anak

Ketika ditanya, siapakah orang yang paling berpengaruh, siapakah orang yang paling berjasa, siapakah orang yang paling berharga, dan siapakah orang yang paling kamu cintai lahir-batin dalam hidupmu? Harusnya sih, kita sepakat menjawab ibu. Tapi apakah kenyataannya kamu mengakui rasa sayangmu pada ibumu itu? Atau apakah kamu sadar betapa besarnya cinta ibumu pada dirimu?

Nah, berikut akan sarikan dari Brightside yang mengambil gambar dari ilustrator keren Rusia,Igor Kalashnikov, yang menjelaskan betapa besar kasih ibu pada anak-anaknya yang nggak pernah kita sadari.

  1. Ingat nggak sih ketika kamu lagi tidur, ibu selalu mengintipmu dari balik pintu? Coba deh tanyakan alasannya pada ibumu!
  2. Apa yang kamu rasakan, jelas akan dirasakan pula oleh ibumu. Air matamu, nelangsa bagi ibumu.
  3. Di mata ibumu, kamulah yang nomor satu. Nggak peduli bahwa pencapaianmu masih jauh dari teman-temanmu.
  4. Tanpa kamu sadari, kamu sering membuatnya bersedih bahkan menangis. Apalagi kalau kamu hanya selalu mengiyakan ujarannya.
  5. Kekhawatiran ibumu saat sudah larut malam tapi kamu belum juga pulang ke rumah. Apalagi kalau kamu menjawab telpon dengan ketus, sakit!
  6. Sementara ketika kamu berada di tanah rantau, jauh dari orang tua, semua yang ada di pikiran ibumu hanya kamu. Khawatirnya tingkat dewa!
  7. Ibu manapun pasti tahu bahwa dia nggak sesempurna yang kamu harapkan. Dia berharap kamu pun bisa mengerti akan hal itu.
  8. Sembilan bulan mengandung bukanlah sebuah masalah bagi ibumu. Meski dia tahu, nyawa adalah taruhannya!
  9. Dan yang perlu kamu tahu, ibu nggak akan pernah menolak untuk melakukannya lagi mengandung 9 bulan. Semua karena kasihnya pada anak dan keluarga!